Senin, 04 Mei 2009

Peran Guru Dalam Penerapan KTSP

Oleh: Nuraeni Muthohharoh

Salah satu komponen pendidikan yang bertanggung jawab mengenai pendidikan di sekolah adalah guru. Oleh karena itu, peranan seorang guru dapat dikatakan penting dan bertanggung jawab dalam proses belajar-mengajar. Di samping itu pula, guru menduduki posisi yang strategis dalam penerapan kurikulum di sekolahnya.

Di berlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sejak tahun 2006, menuntut para guru agar semakin meningkatkan kreativitasnya dalam melaksanakan program-program pendidikan. Dengan terpacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang di buat oleh BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan), guru tidak hanya di tuntut untuk meningkatkan kreativitasnya saja tetapi juga lebih konkret dari pada itu. Guru memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya, ini berarti peran guru tidak hanya menerapkan aspek kognitif saja yaitu berupa pelajaran. Lebih dari itu guru harus mampu membaca setiap potensi dan kebutuhan kultur daerahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan kultur daerahnya, tentu saja sistem KTSP tidak mengimplikasikan penyeragaman antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, berkaitan dengan hal ini tentu saja Departement Pendidikan Nasional yang tertuang dalam peraturan Mendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), ”sekolah di wajibkan menyususun kurikulum sendiri.”

Adanya konsep otonomi sekolah yang di terapkan dalam penyelenggaraan pendidikan, merupakan konsep yang relevan dengan konsep desentralisasi pendidikan.

Adanya konsep otonomi sekolah tersebut tentu akan lebih meningkatkan peranan guru dalam menerapkan KTSP sesuai dengan bidang yang di ajarkannya dan menitik beratkan pada potensi kebutuhan kultur daerahnya. Seperti yang tercantum pada salah satu prinsip pengembangan KTSP yaitu ”berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.”

Hal ini tentu saja tidak terlepas dari tugas seorang guru yaitu menunjukan jalan dan mendorong anak didiknya dengan menumbuhkembangkan potensinya melalui kurikulum yang sedang di gunakan dan pula berpedoman pada prinsip ing ngarso sing tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.

Esensi keberhasilan penerapan KTSP ini dapat berjalan dengan baik apabila seorang guru dapat memahami makna perannya dalam menerapkan kurikulum ini. Kurikulum operasional yang di susun dan di laksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan yang menitikberatkan pada peranan guru dalam penerapannya dengan memperhatikan standar kompetensi yang di kembangkan oleh Badan Standar Internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar